-
kalo kebanggan = kesombongan. Masih perlukah mulut ini berbicara ?
IA
-
Hal terberat adalah ketika Anda merupakan seseorang lelaki, dan Anda punya banyak hal yang hendak Anda ungkapkan dengan emosi. Tapi, Anda tidak bisa mengungkapkan karena itu hal yang tidak boleh diketahui umum, dan karena Anda seroang lelaki.
- IA
-
(via did-you-kno)
-
Negeri Ini Sungguh Punyamu, Nak
Kelak, nak, kau musti jelajahi seisi negeri. Di Aceh kau bisa menikmati tari seudati dan berteguk-teguk kopi. lalu pada sepanjang Bukit Barisan, banyak kau jumpai ngarai dan danau. Dan pantainya nak, ada satu yang tak pernah ayah lupa, adalah Tanjung Tinggi di pulau Belitung yang indahnya serupa lukisan. Jika sampai ke tanah Jawa, singgahlah dulu ke pantai Bayah yang dipenuhi batu-batu alam nan elok. O ya nak, tak jauh dari situ, bisa pula kau jumpai saudara-saudara kita suku Baduy yang masih erat menjaga tradisi kakek moyang kita yang mulia. Engkau telah berdiri di tatar Pasundan, nak. Bukalah mata, telinga dan hatimu, untuk menikmati bunyi angklung, degung, dan lekuk-liku suara penyanyinya yang memabukkan. Terus berjalan ke timur nak, maka akan kau jumpai borobudur, prambanan, suara gamelan dan sejumlah tari-tarian yang penuh kelembutan. O ya, nak. Jangan lupa, mampirlah sebentar ke Kecamatan Sukolilo, di sana ada saudara-sadara kita warga Sedulur Sikep yang lebih dikenal sebagai “orang Samin”, mereka itulah nak yang pernah membuat malu hati ayah, lantaran mereka yang oleh negara “didakwa” tak punya agama, nyatanya lebih agamis dalam menjalani kehidupannya. Terus berjalan ke timur, nak. Akan kau jumpai gunung gunung cantik, reog ponorogo, karapan sapi, dan tentu saja ludruk yang sarat ujar-ujar. Jika sempat, naiklah kapal ke utara, di bumi borneo mungkin saja masih kau temui hutan raya yang dulu dibabati para pemegang hph. Tapi ayah yakin, di sana kau masih bisa menyaksikan upacara suku dayak, orang utan, dan anggrek aneka rupa. Ayah lupa nak, kau perlu juga menjenguk kenangan masa kecil saat kau bersama ayah mengelilinmgi pulau Bali. Ya, ya… pantai Kuta, Sanur, Tanah Lot, Bedugul, tari janger, trunyan, dan tentu pula tari legong yang sudah menyebar ke negara manca. Teruslah berjalan nak, terus ke timur, ke tanah yang kurang terperhatikan orang-orang Jakarta yang lebih mabuk kuasa ketimbang mengangkat derajat saudara-saudara kita di bagian timur negeri. Wayang sasak, komodo, upacara nyalamak di laut, perburuan paus, upacara nyale, adalah keindahan yang ditawarkan oleh tanah ini. Teruslah melangkah, nak. Sulawesi, ya, itu negerimu juga, ayah pernah hingga ke pantai bira, bulukumba tempat para petualang membangun kapal-kapal phinisi. Ya, teruslah melaju ke timur negeri, hingga ke papua untuk menyantap keindahan raja ampat, hutan-hutan perawan, serta aneka tumbuhan berkhasiat. sungguh nak, ini semua milik kita. Jika sebagian di antaranya telah tergadai pada pemodal asing, jangan ragu, rebut kembali dari tangan mereka. Sebab semua yang kau punya, adalah hak dan juga takdirmu sebagai penghuni negeri ini. Sungguh, nak, kami dan juga pemimpin-pemimpin kami, pernah tak berdaya justru karena ketamakan kami yang telah melalap mentah-mentah uang utang tanpa pernah ingat bahwa kami juga memiliki engkau, anak keturunan kami.
jodhi yudono -
Most people on tumblr won’t reblog this because it doesn’t “fit” their blog.
Well, this baby girl has a disease. It’s a cancer that is slowly eating up her body. Its called Necrotizing Fasciitis (Flesh-Eating Bacteria). She is currently under serious condition. This was put on tumblr to be reblogged for donations. Each reblog is equivalent to $1. The more reblogs, the more money goes for her treatment. Every 4 hours a child dies from cancer. I am praying for her.
What if this baby was your daughter/sister/niece .. etc. How would you feel?
Please Reblog :(
(Source: obeyswagness, via naufool-fi)
-
Turbud 32013
(via adityarachman)
-
[Flash 9 is required to listen to audio.]
download lagu ini di http://www.mediafire.com/?58t517fw8c8z8h7
hari hariku yang hampa
berlalu tanpa makna
ku jatuh dan terluka
tenggelam dalam duka
namun kini
kutemukan
satu cahaya bersinar
yang tunjukkan
satu jalan
raih mimpi dan harapan
saat kita berjumpa takkan ada duka
dan mentari kan bersinar tanpa pernah padam
saat kita melangkah kita trus bersama
dua ribu tiga belas selalu ada
berjuta canda dan tawa terlalui bersama
detik detik penuh warna takkan pernah terlupa
dan kuharap
selamanya
kita kan slalu bersama
walau ada
yang menghalang
kita hadapi bersama
gelap datang menjelang
dan kita ragu tuk melangkah
kita satu, dua ribu tiga belas
-
Rumah
Apa sih artinya kebahagiaan ? Sesuatu yang menyenangkan, mungkin. Ada yang bilang : bahagia itu sewaktu kamu melihat tim sepak bola kesayanganmu memenangkan suatu pertandingan. Bisa juga. Tapi, buatku sih, itu lebih mirip kesenangan. Kesenangan ama kebahagiaan beda toh ? Ya jelas beda.Kesenangan itu sesuatu yang bersifat sementara, dan terkadang akhir - akhirnya dapat menyebabkan suatu permasalahan. Tapi, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bersifat abadi, atau bertahan untuk waktu yang sangat lama. Contohnya, Kamu nikah ama seseorang yang Kamu cintai, lalu Kamu bakal ngerasain suatu kebahagiaan. Itu katanya eyang Baden - Powell.
Tapi, buatku kebahagiaan itu adalah saat dimana aku masih dekat ama “rumah”. Yak, “rumah”. Kenapa “rumah” dalam tanda kutip ? Jawabannya simple. “Rumah” di sini maksudnya bukan rumah tempat Kamu tinggal, tapi tempat dimana kamu ngerasa sangat diterima di sana, tempat dimana kamu bahagia di sana.
Omong - omong, “rumah”ku ada dimana ya ? Aku kasih tau deh. Rumahku itu lantainya tanah subur, atapnya langit dan bintang, bak mandinya lautan biru, AC-nya udara segar nan sejuk, perabotannya lambayan nyiur, tempat tidurnya hamparan sawah hijau.
Nah, udah tau rumahku kan ? Yak, Nusantara Indonesia adalah rumahku. Tempatku berpijak, tempatku bersedih, dan tempatku berbahagia. Jika Tuhan memberiku kesempatan untuk meminta 3 permintaan, aku akan minta : Tuhan, jadikanlah aku dan orang - orang di rumahku sebagai orang yang sadar hati dan budi. Tuhan, jangan kau tambah “jakarta - jakarta” yang baru di rumahku. Tuhan, jangan kau jadikan aku sebagai budak dari orang - orang asing di rumahku sendiri.Kamu pasti paham kan maksudku ?
Salam
-
anak 3 kalo ditanya kaya gitu terus…
(via naufool-fi)
-
Tangis Kala Senja
Bukan langit yang hendak kukejar.
Bukan lautan yang hendak kuselami.
Bukan matahari siang yang hendak kulihat.
Bukan purnama yang hendak ku tatap.
Aku ingin ada tangisan di antara kita.
Aku ingin ada tawa dan canda di antara kita.
Aku ingin kalian peduli.
Aku ingin kalian sadar.
Sungguh tempat kalian adalah di sini.
Di sini bersamaku.
Bersama - sama kita berjalan.
Berjalan menuju sebuah ikatan.
Ikatan sederhana yang bernama : KELUARGA
-Antareja Nararya-

